Beranda > motivasi > Kisah motivasi kekuatan sebuah affirmasi

Kisah motivasi kekuatan sebuah affirmasi

Kisah dari teman

Disebuah acara makan malam di Gading Resto Prawiro Taman Jogja, dengan beberapa kawan semeja kami membicarakan tentang dua buah buku yang menjadi best seller akhir-akhir ini, The Secret (Rhonda Byrne) dan The Law of Attraction (M.J. Losier) yang mengulas tentang “Kekuatan sebuah affirmasi”, yang intinya membicarakan bahwa sebuah sugesti yang kuat, yang melibatkan pikiran dan emosi kita, akan dapat membantu mencapai apapun yang kita inginkan dalam hidup ini, apakah ini berupa kesehatan, kebahagiaan ataupun kekayaan.

Byrne mendorong kita untuk mempercayai bahwa ada energi yang sangat besar dalam hidup ini (saya pribadi meyakininya sebagai kekuatan YME), yang akan bereaksi terhadap diri kita melalui pikiran dan hati. Kalau kita menginginkan sesuatu sebaiknya kita memfokuskan hati dan pikiran pada keinginan tersebut, kemudian membulatkan tekad dan kemudian membuat suatu affirmasi yang positif dalam hati kita, sambil yakin bahwa kita akan mendapatkan keinginan yang kita inginkan tersebut.

Bila kita melibatkan perasaan positif maka yang akan dating kepada kita energi positif yang akan merespon dan mendorong terlaksananya keinginan-keinginan positip kita, dan sebaliknya. Jadi hindari kata kata dan pernyataan negatif,

misal saya tidak mampu..atau ‘kami kan Cuma grass root..’

Sementara itu Losier menggambarkan ada Hukum Ketertarikan di jagat raya ini yang kurang lebih seperti yang tertera diatas. Jadi ada saling tarik menarik, saling mempengaruhi antara pikiran dan emosi kita dengan energi-energi yang bertebaran dialam semesta, yang akan merespon terhadap apa yang dalam pikiran dan hati kita. Misalnya, pernahkan dalam hidup anda pernah mengalami, ketika sedang memikirkan seseorang tiba-tiba saja orang tersebut tidak jauh dari anda, atu ketika anda sedang menginginkan sesuatu dengan sangat, tiba-tiba ada yang memberikan sesuatu tersebut kepada anda?
Disitulah hukum ketertarikan sedang berlangsung.

Saya jadi ingat ada seorang kawan yang tanpa dia sadari telah menggunakan konsep Law of attraction ini dalam menghadapi masalah besar dalam hidupnya, bagaimana dia menyadari bahwa dia adalah master piece dari hidupnya sendiri, dia menentukan bentuk hidupnya mau seperti apa dan bagaimana.

Kisah Sahabat


Berikut adalah kisah nyata bagaimana dia bisa survive dari penyakit ganas yang dideritanya hanya dengan mengandalkan kekuatan tekad dan sugestinya, membuat affirmasi yang sangat kuat dan positif terhadap apa yang diinginkannya dalam hidup ini dan yang utama selalu berbaik sangka dan percaya pada kekuatan dan pertolongan Allah SWT Yang Maha Rahman dan Maha Rahim.
Dia menderita suatu penyakit  yang mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa.pada kekuatan dan pertolongan Allah SWT Yang Maha Rahman dan Maha Rahim.
Dia menderita suatu penyakit  yang mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa. Pemeriksaan demi pemeriksaan intensif telah dilakukan oleh dokter, hingga suatu hari memvonis bahwa dirinya menderita kanker (Ca) diujung tulang belakang. Dokter memberinya harapan hidup lebih lama dengan syarat biang penyakitnya dibuang, tapi dengan konsekuensi bahwa bila syaraf ikut terpotong, kemungkinan terburuk adalah lumpuh bagian bawah tubuh. Dilema yang dihadapinya membuat pikiran dan perasaan dalam hatinya bertempur kuat, harus memilih antara dua hal, yang keduanya tidak menguntungkan, seperti makan buah simalakama; hidup panjang tapi lumpuh tanpa dayaseperti parasit yang berarti membuat orang-orang lain terutama keluarganya ikut berkorban dan tersiksa dalam waktu yang lama, di lain pihak kalau tidak melakukan apapun pilihannya hanya satu, kematian, yang mungkin akan menyakitkan bagi keluarga, tapi beban semua orang bisa berakhir.
Dalam usahanya mencapai kesembuhan, dia telah melakukan berbagai macam cara. Tanpa mengenyampingkan respect terhadap dokter yang telah merawatnya sebelumnya, dia pergi mencari second option ke Australia.
Disana dia menjaani hari-hari berat seorang diri melalui berbagai macam test dan kemo terapi, seringkali dia merasa dirinya tenggelam dan terseret dalam keputus-asaan, namun suatu hari sesuatu mengubah jalan hidupnya, dia menerima sepucuk surat dari orang tercinta di tanah air yang diantaranya menceritakan bagaimana gadis kecilnya, anaknya yang berumur 3 tahun amat merindukannya, tiap melihat pesawat terbang selalu memanggil –manggil ayahnya dan dengan bahasa lugunya bertanya; “Kenapa papa tidak pernah turun, apakah dia sudah tidak sayang lagi padaku?”
Saat itu ada perasaan sejuk membanjiri hatinya, menghunjamkan rasa haru sekaligus kekuatan yang dahsyat , entah dari mana datangnya tiba-tiba muncul dalam hatinya seperti suatu titik putih jernih yang indah, yang kian lama kian membesar dalam hatinya. Sinar itu menuntnnya pada suatu kekuatan yang membuatnya perlu bangkit dari cengkeraman keputus-asaan yang sama sekali berbeda dari dua opsi sebelumnya; “dia harus tetap bisa hidup, dengan sehat dan tegar tanpa menyusahkan orang lain”.
Tanpa berpikir panjang lagi, dia kembali ketanah air, bukan karena sembuh tetapi lebih kepada kerinduan untuk berjumpa dengan gadis kecilnya, rindu untuk memeluknya erat-erat di dadanya, merasakan degup kehidupan kekasih kecilnya dan merasakan kasih sayangnya yang begitu putih, tulus dan murni.  Disitu dia merasa harus terus dihidup, bertahan terhadap apapun, untuk mendampingi dan dan membesarkannya. Disitu pula dia sadar bahwa kekuatan sebuah kasih sayang yang murni ternyata mampu mengubah banyak hal negative dalam hidup ini. Dia yakin bahwa itu adalah sebuah petunjuk baginya, Allah SWT telah menunjukkan wajah Rahman Rahimnya melalui anaknya, seolah-olah gadis kecilnya itu telah membimbingnya pada suatu pemahaman mengenai kekuatan sebuah tekad, keikhlasan dan kasih saying. Disitulah dia menemukan hakikat kehidupan yang hakiki, bahwa dalam kehidupan ini semua bersumber dari dua sifat Allah SWT yang utama; Rahman dan Rahim’.
Sejak itu asma Rahman dan Rahim begiru lekat dihati dan bibirnya, menjadi wiridnya disetiap waktu, yang sangat membuatnya merasa tenteram, nyaman dan damai.
Kemudian melalui pengamatannya, setiap kali dia merasa dekat pada-Nya, hati merasa tenteram, aman dan damai, seolah olah penyakitnya tidak berdaya, rasa sakit yang mengoyak-ngoyaknya berhenti menggangu. Dia segera sadar, dia tidak boleh membiarkan pikiran-pikiran negative merasukinya, tidak boleh membiarkan pikiran negative merasukinya, tidak boleh membiarkan dirinya terseret pada emosi-emosi negatifnya yang ekstrim, karena begitu dia membiarkan emosi-emosi tersebut menguasainya, penyakit tersebut akan menggeliat kembali.
Dengan membulatkan tekad, dia ‘membuat suatu affirmasi’ bahwa dia akan hidup lama dan sehat, dia akan bisa mendampingi anaknya tumbuh dewasa, sambil tidak lupa berpasrah diri, bersandar pada-Nya dan mencintai-Nya untuk mengatasi keresahan dan ketakutan, mengatasi kegetirannya.
Sesuai apa yang dikatakan oleh Dr John Jagelin Ph.D A.B Ma, Quantum Physicist, bahwa ; tubuh kita adalah produk sebenarnya dari pemikiran kita. Dalam ilmu kedokteran, ada suatu tahap dimana pikiran dan emosilah yang sebenarnya menentukan zat-zat, struktur fisik dan fungsi dari tubuh kita.”
Dengan catatan bahwa seseorang tidak perlu mengenyampingkan ilmu kedokteran, karena setiap bentuk pengobatan mempunyai tempat mereka masing-masing.
23 Tahun telah berlalu…, sejak divonis menderita Ca, pria itu masih perkasa berdiri dikedua kakinya yang tegar “meyakini kekuatan pikiran, tekad dan kemauannya untuk hidup, ikhlas dan berserah diri kepadaNya, melalui kepercayaan, kasih saying, harapan dan doa padaNya, Insya Allah Yang Maha Rahman Maha Rahim akan selalu menolongnya dari kesulitan dan member kemudahan2.”
Dia Selalu percaya : Sometimes Allah SWT breaks our spirit to save our soul, He breaks our heart to make us whole, He sends us pain so we can be stronger, He breaks our heart to make us whole, He sends us illness so we can take care of urselves.”
May God bless him and his family, always.
(diceritakan oleh sahabat yang ingin berbagi pengalamannya)
Kesimpulannya :
–    Baca Bismillah
–    Ingat Sholat
–    Ingat Sedekah
–    Tunaikan Zakat
–    Pererat Silaturahmi
–    Kekuatan Pikiran
–    Kekuatan Keyakinan
–    Pasrah
–    Sayangi makhluk dibumi, anda akan di sayangi yang di langit (hadits qudsi)
–    Berprasangka yang Baik, Allah SWT ada dalam prasangka hambanya
–    Pergi Haji bagi Yang Mampu
–    Jangan stress

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: